Tentang Kampung Luar Batang
Sekilas Tentang Kampung Tua di Jakarta Utara

Banyak perjalanan yang dilakukan dalam kehidupan untuk menggapai angan. Mulai dari perjalanan mencari ketenangan batin dengan melihat indahnya alam ciptaan Tuhan hingga menyelam ke dalam cerita yang sudah terbangun sejak lama yang sarat akan makna religi. Jika kamu termasuk yang suka untuk melakukan perjalanan penuh makna, kamu harus melengkapi destinasi perjalanan rohani dengan mengunjungi Kampung Tua di Jakarta Utara yang bernama Kampung Luar Batang.


Kampung Luar Batang

Foto tampak kampung Luar Batang pada awal abad 20.

Napak Tilas Kampung Tua di Jakarta Utara

Kampung Luar Batang sudah mengakar di tanah Batavia sejak tahun 1630 dengan luas 16,5 hektar.  Pada abad ke 17, setelah VOC berdiri, Kampung Luar Batang menjadi tempat bermukim sementara untuk para awak kapal atau masyarakat pribumi Nusantara yang akan memasuki pelabuhan Batavia. VOC melakukan pengawasan yang sangat ketat dan melarang kapal-kapal Nusantara untuk melintasi pelabuhan pada malam hari. Mereka diharuskan untuk melewati pos pemeriksaan untuk di cek keseluruhan bagian kapal dan kargo yang dibawa.

Sembari menunggu izin berlabuh yang bisa memakan waktu berhari-hari, para anak buah kapal membangun pemondokan sementara berupa gubuk. Kemudian, seiring berjalannya waktu, perlahan pemondokan tersebut berkembang menjadi yang sekarang dikenal sebagai kampung yang berada di luar pos pemeriksaan atau biasa disebut Kampung Luar Batang.

Berbagai etnis mulai semakin memadati aktivitas di Pelabuhan Sunda Kelapa dan membentuk beberapa klaster pemukiman pada masa awal terbentuknya Kampung Luar Batang, yaitu: Klaster Jawa, Bugis, dan Arab.

Peta lama sekitaran area Kampung Luar Batang.

Masjid Jami' Keramat Luar Batang

Masjid Jami' Keramat Luar Batang atau juga populer dengan sebutan Masjid Luar Batang adalah sebuah bangunan ibadah bersejarah yang berada di daerah Penjaringan, Jakarta Utara.