Kebudayaan
Masyarakat

Ada berbagai macam kebudayaan yang berpadu harmoni sejak masa awal berdirinya Kampung Luar Batang pada tahun 1630. Diawali dari masyarakat Jawa yang kemudian menikah dengan masyarakat Kalimantan Barat yang datang setelahnya, sehingga terbentuklah komunitas baru yang bernama Melayu Jawa. Pada tahun 1865, mereka menyebut dirinya sebagai ‘Betawi’. Kemudian seiring perkembangannya, Kampung Luar Batang terdiri dari berbagai macam etnis seperti masyarakat asli Betawi dan pendatang dari Jawa Barat, Madura, Jawa Tengah, Bugis, dan Makassar.

Kerajinan

Berbagai macam kegiatan bisa ditemukan di Kampung Luar Batang. Mulai dari aktivitas harian dalam bidang maritim, konstruksi, hingga kegiatan religi yang berpusat pada Masjid Luar Batang. Berbagai peziarah dari macam-macam lokasi rutin berdatangan ke makam Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus dan masyarakat pun rutin mengadakan kegiatan rohani pada hari-hari besar agama Islam. Selain itu, masyarakat juga rutin berkegiatan dalam pasar kaget, wisata perahu nampan, kegiatan ekonomi mikro, penyelenggaraan acara musik, serta pembuatan berbagai macam kerajinan tangan dan Kembang Payung yang merupakan payung kecil dari kertas yang bawahnya terikat sebungkus kembang tujuh rupa.

Kuliner

Selain melakukan perjalanan sejarah dan religi, ada bermacam-macam kuliner yang bisa kamu temukan di Kampung Luar Batang. Mulai dari kuliner khas Betawi seperti kerak telor, pecak, soto betawi, dan sebagainya serta kuliner khas Bugis seperti palu butung, es pisang ijo, barongpo, dan sebagainya.

Sekitar Kampung Luar Batang
Museum Bahari
Menara
Syahbandar
Pelabuhan
Sunda Kelapa