Beranda
Artikel
CERITA LEGENDA SEORANG PENDAKWAH DARI HADRAMAUT
CERITA LEGENDA SEORANG PENDAKWAH DARI HADRAMAUT

Cerita sejarah terdiri dari berbagai rangkai gambaran cerita yang utuh, yang jika hilang satu bagian maka tiada keutuhan. Layaknya cerita tentang riwayat Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus, salah satu destinasi utama dari para Penapak yang mengunjungi Masjid Jami’ Keramat Luar Batang.

Cerita sejarah terdiri dari berbagai rangkai gambaran cerita yang utuh, yang jika hilang satu bagian maka tiada keutuhan. Layaknya cerita tentang riwayat Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus, salah satu destinasi utama dari para Penapak yang mengunjungi Masjid Jami’ Keramat Luar Batang.

Beliau lahir di Hadramaut dari keluarga sederhana sebagai yatim dan dititipkan kepada seorang “alim sufi’. Semasa masih belia, beliau berniat hijrah ke kota Surat di Gujarat (India Utara), yang sedang terjangkit wabah dan dilanda kekeringan. Namun legenda mengatakan, kedatangan beliau mendatangkan kesehatan dan juga hujan. Karena hal tersebut, beliau ditawarkan untuk menjadi penguasa setempat, yang mana ditolak oleh beliau karena hendak berangkat ke Batavia.

Sesampainya di Batavia, beliau berbaur dengan masyarakat setempat dan beberapa tahun kemudian menggagas pembangunan surau. Kemudian seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mengunjungi beliau untuk belajar berdoa. Pada suatu malam, datanglah seorang Tionghoa dengan badan basah kuyup. Ia melarikan diri dari tahanan karena hendak dijatuhi hukuman mati. Waktu tentara VOC tiba untuk menangkapnya, Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus mengatakan “Aku akan melindungi tawanan ini dan menjadi jaminannya”. Lalu tentara tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Semenjak itu, beliau semakin terkenal dan semakin banyak orang yang mulai datang bermukim di sana. Hal ini menyebabkan kecurigaan penguasa setempat. Hal ini yang menyebabkan beliau serta pengikutnya ditangkap dan dipenjarakan dalam ruang terpisah. Waktu salat tiba, beliau selalu nampak menjadi imam di ruang tahanan yang besar, namun pada saat yang sama petugas juga melihatnya sedang tidur di ruangan terkunci. Atas dasar keajaiban ini, maka beliau dibebaskan.

Pada suatu hari, ia meramalkan nasib baik seorang pemuda Belanda, yang kemudian benar-benar menjadi pejabat tinggi. Maka, beliau diberikan beberapa karung perak, yang kemudian beliau buang ke lautan. Waktu ditanya, ia menjawab, bahwa perak itu untuk ibunya, dan memang ‘mengalir’ sampai ke Hadramaut. Merasa heran dengan kejadian itu, maka gubernur menghibahkan tanah kepada beliau untuk digunakan sebagai tempat tinggalnya dan mushola. Beliau meninggal pada 27 Juni 1756 dalam usia kurang lebih 40 tahun.

Ada cerita legenda masyarakat mengatakan ketika jenazah Al-Habib Husein diusungkan dalam kurung batang (‘keranda’) dan ditandu menuju makam di Tanah Abang, jenazahnya sudah tidak ada lagi dan ternyata sudah kembali ke rumahnya. Hal ini terjadi beberapa kali, sehingga pada akhirnya disepakati bahwa jenazah akan disemayamkan di rumahnya, yang karenanya kemudian disebut Luar Batang.  

June, 16 2021
Lihat & Temukan
Ditulis oleh

Written by
Aryanandra
Copywriter
@pamanbercerita

Tweet
Print
Email
Apakah artikel ini relevan?
Artikel Terkait
Kampung Tertua Penuh Sejarah Di Jakarta Kawasan Luar Batang.
Revitalisasi Dan Renovasi Sebuah Jantung Kehidupan, Masjid Jami’ Keramat Luar Batang.
Sekilas Menapak Tilas Tentang Masjid Jami’ Keramat Luar Batang