Beranda
Artikel
ARSITEKTUR YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU
ARSITEKTUR YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU

Arsitektur bagaikan bagian yang melengkapi makna dari kehidupan sebuah raga. Layaknya arsitektur yang menjadi bagian dari cerita Masjid Jami’ Keramat Luar Batang. Walaupun sudah mengalami beberapa kali proses renovasi dan revitalisasi, warisan sejarah yang kental tetap melekat dan tak lekang oleh waktu.

 

Arsitektur bagaikan bagian yang melengkapi makna dari kehidupan sebuah raga. Layaknya arsitektur yang menjadi bagian dari cerita Masjid Jami’ Keramat Luar Batang. Walaupun sudah mengalami beberapa kali proses renovasi dan revitalisasi, warisan sejarah yang kental tetap melekat dan tak lekang oleh waktu.

Salah satu masjid tertua di Jakarta yang berdiri di tengah pemukiman Kampung Luar Batang ini memiliki bentuk arsitektur khas masjid tua di pulau Jawa sebelum abad ke-20, tidak memiliki kubah setengah lingkaran dan menara dengan bulan-bintang di atasnya. Para Penapak hanya akan menemukan atap lancip atau sebuah cungkup seperti bangunan Hindu Jawa.

Secara denah dasarnya, masjid ini memiliki segi empat bujur sangkar yang ditopang dengan soko-guru serta beratap tumpang. Memberikan ciri sebagai bangunan tua dan di sebelah utara terdapat Ruang Keputren (sebuah ruang yang diperuntukan sebagai tempat tinggal para putri raja/bangsawan pada zaman dahulu).

masjid luar batang

Masjid Jami’ Keramat Luar Batang terdiri atas 2 bangunan, yaitu bangunan lama dan baru, yang dikelilingi tembok dengan pintu gerbang terletak di sisi timur. Pada bagian depan terdapat sebuah pelataran, yang di sebelah kanannya ada tempat wudhu serta kentongan. Pada sisi kiri, terdapat ruang pawestren (sebuah ruangan khusus yang ditujukan untuk jama’ah perempuan melakukan ibadah. Sebelum memasuki ruangan utama, terdapat serambi. Ruang utamanya memiliki bentuk persegi empat yang di dalamnya terdapat tiang, mihrab, dan juga mimbar. Pada sisi kirinya, terdapat ruangan tempat makam Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus dan Abdul Kadir bin Adam yang dikeramatkan.

Bagian bangunan yang masih terjaga keasliannya sejak awal antara lain adalah pilar persegi empat berjumlah 12 buah yang menjadi tiang penyangga utama masjid, gapura pintu gerbang dari pagar tembok yang melingkar mengelilingi tembok, dan juga ukiran pada kusen pintu masuk serambi masjid. Selain itu, ada juga malam Al Habib yang terletak di sebelah barat atau samping kanan depan masjid, dalam satu ruangan dengan serambi masjid. Makamnya tertutup rapat dengan cungkup yang ditutupi kain dan hanya dibuka pada bulan Maulid dan bulan haul (wafatnya). Pada bagian timur, terdapat makam seorang pendamping setia Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus yang berketurunan Tionghoa, bernama Nek Bok Seng. Uniknya, nisan dari makam ini terbuat dari batu kali tanpa ukiran dan catatan tahunnya.

Sudah mulai tertarik atau terpikir untuk melakukan perjalanan religi ke Masjid Jami’ Keramat Luar Batang? Kamu bisa mengikuti sosial medianya di Instagram @kampungluarbatang untuk mendapatkan pembaruan terkini dan juga klik pranala berikut ini ya sebagai panduan di peta ya https://goo.gl/maps/mWwfu9LD6Xkm4dgx9. 

 

May, 31 2021
Lihat & Temukan
Ditulis oleh

Ditulis oleh

Aryanandra
Copywriter
@pamanbercerita

Tweet
Print
Email
Apakah artikel ini relevan?
Artikel Terkait
Kampung Tertua Penuh Sejarah Di Jakarta Kawasan Luar Batang.
Revitalisasi Dan Renovasi Sebuah Jantung Kehidupan, Masjid Jami’ Keramat Luar Batang.
Sekilas Menapak Tilas Tentang Masjid Jami’ Keramat Luar Batang