Beranda
Artikel
Kampung Tertua Penuh Sejarah Di Jakarta Kawasan Luar Batang.
Kampung Tertua Penuh Sejarah Di Jakarta Kawasan Luar Batang.

Banyak perjalanan yang dilakukan dalam kehidupan untuk menggapai angan. Mulai dari perjalanan mencari ketenangan batin dengan melihat indahnya alam ciptaan Tuhan hingga menyelam ke dalam cerita yang sudah terbangun sejak lama yang sarat akan makna religi. 

Jika kamu termasuk yang suka untuk melakukan perjalanan penuh makna, kamu harus melengkapi destinasi perjalanan rohani dengan mengunjungi Kampung Tua di Utara Jakarta yang bernama Kampung Luar Batang.

Banyak perjalanan yang dilakukan dalam kehidupan untuk menggapai angan. Mulai dari perjalanan mencari ketenangan batin dengan melihat indahnya alam ciptaan Tuhan hingga menyelam ke dalam cerita yang sudah terbangun sejak lama yang sarat akan makna religi. Jika kamu termasuk yang suka untuk melakukan perjalanan penuh makna, kamu harus melengkapi destinasi perjalanan rohani dengan mengunjungi Kampung Tua di Utara Jakarta yang bernama Kampung Luar Batang.

Kampung Luar Batang merupakan pemukiman tertua di Jakarta, tepatnya dibangun sekitar tahun 1630 dengan luas 16,5 hektar. Pada abad ke-17, pemukiman ini lahir untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang dekat dengan tempat bekerja, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa. Seiring padatnya aktivitas di Pelabuhan ini, berbagai etnis mulai bermukim bersama di Kampung Loear batang yang terbagi ke dalam beberapa klaster pada masa awal berdiri: Klaster Jawa, klaster Bugis, klaster Arab, dan klaster Tionghoa.

Hal menarik lain yang terdapat di Kampung Luar Batang adalah Masjid Keramat yang di dalamnya terdapat kompleks makam salah satu kyai ternama, yaitu Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus yang sering menjadi destinasi perjalanan rohani umat muslim dari berbagai daerah Indonesia bahkan luar negeri. Ia merupakan seorang pendakwah dari Hadramaut yang datang ke Batavia pada tahun 1736 M. Selain menyebarkan agama Islam, Al-Habib Husein juga mendirikan surau berupa musholla pada sebidang lahan di pemukiman ini pada tahun 1739 M yang kemudian seiring berjalannya waktu menjadi sebuah masjid. Beliau wafat pada tahun 29 Ramadhan 1169 H atau 1756 M. Legenda penduduk setempat mengatakan ketika jenazah Al-Habib Husein diusungkan dalam kurung batang (‘keranda’) dan ditandu menuju makam di Tanah Abang, jenazahnya sudah tidak ada lagi dan ternyata sudah kembali ke rumahnya. Hal ini terjadi beberapa kali, sehingga pada akhirnya disepakati bahwa jenazah akan disemayamkan di rumahnya, yang karenanya kemudian disebut Luar Batang.

Masih banyak lagi cerita bersejarah yang bisa kamu temukan di kawasan ini. Dengan akses perjalanan yang mudah untuk berbagai pilihan kendaraan kamu. Jadi, tunggu apalagi? Untuk kamu yang ingin perjalanan religius yang memberi ketenangan lahiriah dan batiniah, yuk menjelajah menjelajah Kawasan Kampung Luar Batang di Penjaringan, Jakarta Utara atau klik link Google Maps berikut ini untuk memudahkan https://goo.gl/maps/mWwfu9LD6Xkm4dgx9

May, 14 2021
Lihat & Temukan
Ditulis oleh
Aryanandra

Copywriter
@pamanbercerita

Tweet
Print
Email
Apakah artikel ini relevan?
Artikel Terkait
Kampung Tertua Penuh Sejarah Di Jakarta Kawasan Luar Batang.
Revitalisasi Dan Renovasi Sebuah Jantung Kehidupan, Masjid Jami’ Keramat Luar Batang.
Sekilas Menapak Tilas Tentang Masjid Jami’ Keramat Luar Batang